Berapa Batas Kedalaman Tapak Ban yang Aman, Kapan Sebaiknya Ban Harus Diganti? Ini Jawabannya

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi mengatakan, usia pakai ban dan jarak tempuh sebuah ban tergantung dari kombinasi beberapa faktor. Antara lain, desain ban, kebiasaan berkendara, cuaca, kondisi jalan dan perawatan yang dilakukan terhadap ban tersebut. Pengendara disarankan memeriksa kedalaman tapak/kembangan ban secara berkala.

"Batas kedalaman tapak ban yang aman adalah 1.6 milimeter. Jika kurang dari ini maka sudah waktunya mengganti ban,” ujarnya, Selasa (16/2/2021). Khusus untuk ban merek Michelin, Rozi menjelaskan, setelah penggunaan selama lima tahun, ban harus diperiksa secara menyeluruh minimal setiap tahun sekali oleh teknisi yang berpengalaman. Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda tanda kerusakan.

Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan. Hasil survei Michelin Indonesia Desember 2020 lalumembuat survei tentang perilaku pemilik mobil di Indonesia terkait dengan penggunaan ban pada kendaraannya melibatkan 250 an pemilik mobil yang memanfaatkan layanan cek kondisi ban gratis melalui 3 jaringan toko rekanan Michelin, Lautan Ban, Permaisuri Ban, dan 1 Station by B Quik.

Hasilnya,64 persen responden mengaku mengecek tekanan angin pada ban mobilnya minimal satu bulan sekali. Sebanyak 15 persen responden lainnya mengecek tekanan angin di ban di atas 1 bulan sekali. Sementara 21 persen responden lainnya mengaku hanya mengecek tekanan angin sesekali apabila ban mulai kempes, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh. Lalu kapan seharusnya tekanan angin pada ban dicek ulang?

Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette berpendapat, pemeriksaan tekanan angin wajib dilakukan rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara. "Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua minggu sekali." ujarnya, Selasa (16/2/2021). "Atau, selambat lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampa lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban," kata Steven.

Kenali Risikonya Jika tekanan angin kurang atau berlebihan, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar. Pemilik mobil juga perlu mengecek berkala kedalaman tapak/kembangan ban. Hal ini penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti ban.

Menurut temuan survei Michelin Indonesia, 75 pengendara mengganti ban kendaraan jika telah mendapati keausan pada ban atau saat ban rusak. Rata rata pengendara mengaku mengganti ban baru setiap 2 4 tahun sekali. Sebagian besar pengendara juga menyatakan puas dengan performa ban kendaraan yang dipakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.