Kabar Terbaru PSK Hamil 8 Bulan di Tasikmalaya, Ditelepon Orang Tak Dikenal, Ternyata Dedi Mulyadi

Kabar terbaru datang dari seorang pekerja seks komersial (PSK) asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat berinisial TL. Perempuan 21 tahun itu menjadi perbincangan publik lantaran ditengah kehamilannya yang berusia 8 bulan, dirinya masih mangkal. Kisah TL mulai terungkap saat dirinya terjaring razia, Minggu (28/2/2021)lalu.

Tidak lama berselang, kini TL membagikan kabar terbarunya, Ia mengaku mendapat bantuan dari anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Dedi Mulyadi. Bantuan berupa uang itu untuk biaya proses salinan PSK yang viral setelah terjaring razia.

Dedi pun berkomunikasi secara langsung lewat telepon dengan wanita muda yang sudah memiliki 2 anak tersebut, dan memberikan nasihat agar berhenti dari pekerjaan malamnya. "Mendengar curhatan dia (TL), ternyata selama ini dirinya terpaksa begitu untuk memenuhi kebutuhan hidup kedua anaknya dan bayi yang di kandungnya dengan usia 8 bulan saat ini," jelas Dedi kepada Kompas.com lewat sambungan telepon, Sabtu (6/3/2021) dini hari. Dedi pun langsung memberikan bantuan untuk proses persalinannya dan berjanji akan memberikan bantuan bulanan kepada wanita itu dan keluarganya yang selama ini ditinggalkan oleh suaminya dua pekan lalu.

Bantuan itu diberikan Dedi setelah wanita itu berjanji kepadanya akan berhenti dari pekerjaan malamnya dan akan mencari penghasilan yang halal. "Tadi setelah berkomunikasi, dia berjanji akan berhenti dan mencari penghasilan lain, yaitu akan dagang untuk menafkahi anak anaknya. Mudah mudahan ini menjadi titik awal yang baik bagi dirinya dan anak anaknya ke depan," kata mantan Bupati Purwakarta tersebut. Sementara itu, TL mengaku kaget sekaligus bahagia karena ada salah seorang pejabat tinggi negara yang menghubunginya secara langsung lewat telepon dan memberikan bantuan.

Bantuan tersebut untuk biaya persalinannya yang diperkirakan sebulan lagi akan memasuki waktu kelahiran. Ia pun berjanji akan langsung berhenti dari pekerjaan malamnya dan memilih mencari pekerjaan atau usaha halal. "Saya kaget sekali tadi ada telepon tak dikenal dan mengaku namanya Dedi Mulyadi. Awalnya saya tak percaya bahwa yang menelepon itu adalah Kang Dedi yang terkenal itu."

"Setelah berbicara lama, ternyata saya yakin dan saya terharu karena masih ada yang peduli sekali dengan kondisi saya. Terima kasih Kang Dedi," ujar TL sembari terbata bata saat diwawancara Kompas.com, Sabtu dini hari. Ia tak menyangka seusai berkomunikasi lewat telepon dengan Dedi Mulyadi, tak lama kemudian datang seseorang yang menyerahkan bantuan uang tunai untuk diri dan keluarganya. Dirinya berjanji berhenti menjadi PSK seusai mendapatkan nasihat langsung dari Dedi Mulyadi.

"Setelah saya ngobrol ditelepon lama, hati saya mendadak tersentuh dan tak henti hentinya menangis. Saya juga tidak tahu kenapa saya langsung begitu saat berbicara dengan Kang Dedi." "Saya langsung berjanji akan berhenti saat itu juga. Saya langsung pulang saja ke rumah, Nggak mau keluar malam malam lagi," katanya sambil mengusap air mata. TL pun mengaku langsung termenung dan menyadari bahwa usaha yang dijalaninya selama ini adalah kesalahan besar bagi diri dan keluarganya.

Ia juga mengaku tak akan pernah lupa dengan perhatian yang diberikan justru dari orang yang tak dikenalnya. "Saya tahu Kang Dedi Mulyadi, tapi saya tak mengira akan bisa berkomunikasi langsung dengannya, dan malah langsung membantu saya," kata TL. Diberitakan sebelumnya, TL, perempuan muda berusia 21 tahun dan tengah hamil tua terjaring razia saat ia mangkal di depan PLN Kota Tasikmalaya, Senin (1/3/2021) dini hari tadi.

Dirinya mengaku telah 6 bulan menjadi wanita malam seusai cerai dan telah memiliki dua anak meski usianya terbilang masih muda. "Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup. Anak saya sudah dua, ditambah sekarang saya hamil tua. Meski hamil, saya tetap bisa berhubungan sama pelanggan." "Saya baru 6 bulan begini setelah cerai sama suami," jelas perempuan tersebut saat diperiksa petugas Pol PP Kota Tasikmalaya, Senin dini hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.